INVERTEBRATA


Invertebrata adalah hewan yang tidak mempunyai tulang punggung atau ruas-ruas tulang belakang. Invertebrata terdiri dari beberapa phyllum, yaitu :

–    Phyllum Protozoa

–    Phyllum Porifera

–    Phyllum Coelenterata

–    Phyllum Platyhelminthes

–    Phyllum Nemathelmintes

–    Phyllum Annelida

–    Phyllum Mollusca

–    Phyllum Arthropoda

–    Phyllum Echinodermata

berikut penjelasan lengkap masing-masing phyllum :

1. Phyllum Protozoa

Prtozoa berasal dari bahasa latin proto (pertama) dan zoon (hewan). Protozoa memeliki ciri-ciri sebagai berikut :

– Bersel satu

– Hidup di air laut, air tawar, tanah bahkan parasit pada hewan/tumbuhan dan manusia

– Pembiakan :

seksual  :    – singami  : persatuan dua gamet yang sama

atau berbeda ukurannya

– konyugasi : terjadinya pertukaran inti

aseksual : dengan pembelahan

– Protozoa memperoleh makanan dengan cara menelan secara utuh melalui permukaan sel.

Sejumlah protozoa dapat menimbulkan penyakit dan ada pula yang menyebabkan racun bagi ikan-ikan di laut jika terdapat dalam jumlah yang sangat besar (blooming).

Berdasarkan alat geraknya protozoa terdiri 4 kelas :

– Kelas Rhizopoda/ Sarcidina

– Kelas Flagellata/ Mastigophora

– Kelas Ciliata/ Ciliophora/ Infusoria

– Kelas Sporozoa

a. Kelas Rhizopoda (Sarcodina)

Bergerak dengan pseudopodia (kaki palsu) dalam bentuk lobodia (ujung tumpul), filopodia (halus dan ujung runcing), aksopodia (teratur dari satu pusat).

contoh :

Entamoeba dysentriae : penyebab penyakit disentri

Entamoeba histolitica : hidup di jaringan usus, disentri

Entamoeba giginvalis : hidup di rongga mulut

Emtamoeba coli : hidup di colon

Foraminifera : sebagai indikator adanya minyak bumi

Radiolaria : sebagai alat penggosok

Arcella

Diffugia

b. Kelas Flagella (Mastigophora)

Bergerak dengan menggunakan bulu cambuk, hidup di laut, air tawar bahkan pada tubuh hewan/ manusia.

Berbiak dengan membelah diri.

contoh :

Euglena : juga dimasukan ke dalam algae (tumb.)

Noctiluca miliaris : laut tampak bercahaya di malam hari

Volvox globator :  berkloroplas, juga dimasukan dalam kelompok tumbuhan

Trypanosoma gambiense :  penyakit  tidur, terinfeksi dengan perantaraan  lalat tsetse

Trypanosoma evansi : penyakit sura pada ternak

Leishmania donovani: penyakit kala azar

c.   Kelas Ciliata (Ciliophora/ Infsoria)

Bergerak dengan silia (rambut getar, bulu getar, bulu halus). Banyak ditemukan pada perairan yang tercemar bahan organik dan juga di sekitar tumbuhan air.

contoh :

Stentor : bentuk seperti terompet

Vorticella : bentuk seperti lonceng

Didinium : predator sebagai pemangsa paramicium

Balantidium coli: hidup pada usus besar

Paramecium

d. Kelas Sporozoa

Tidak memiliki alat gerak. Hidup parasit dalam saluran usus, darah atau jaringan lain.

contoh :

Plasmodium : penyebab penyakit malaria

Malaria ditularkan olen nyamuk Anopheles betina, yang kali pertama ditemukan oleh Dr. Laveran.

Ada 2 phase daur hidup Plasmodium, yaitu :

– Phase fegetatif : berlangsung dalam tubuh penderita

– Phase generatif :  berlangsung   dalam   tubuh    nyamuk

Anopheles

Macam-macam malaria, yaitu :

– Malaria tropicana : penyebabnya Plasmodium falcifarum

– Malaria tertiana  : penyebabnya Plasmodium vivax

– Malaria quartana  : penyebabnya Plasmodium malariae

Siklus hidup malaria :

Dimulai dengan gigitan nyamuk Anopheles betina, spora seksual masuk ke dalam tubuh manusia dan masuk ke dalam sel darah merah. Di dalam sel darah merah terjadi pertumbuhan dan pembelahan yang akan membentuk spora aseksual. Spora aseksual dapat membiak kembali pada sel darah merah atau masuk lagi ke dalam tubuh nyamuk. Spora akan berubah menjadi makrogamet dan mikrogamet. Jika keduanya bersatu terjadi pembuahan dan terbentuklah zigot. Zigot menjadi ookinet kemudian menjadi kista dan sporoblas. Sporoblas akan menghasilkan spora seksual.

2. Phyllum Porifera

Disebut porifera karena tubuhnya banyak mempunyai lubang-lubang kecil (pori-pori), yang merupakan muara saluran menuju bagian rongga di tengah tubuhnya (oskulum).

Pada bagian luar mesenkim terdapat sel amoeboid dan rangka dari spikula atau spongia. Lapisan dalam mengandung sel-sel berleher yang disebut koanosid. Sel amoeboid dan koanosid berfungsi untuk menangkap makanan.

Perkembangbiakan berlangsung secara kawin dan dengan  pembentukan kuncup.

Hewan ini memiliki daya regenerasi yang tinggi.

Berdasarkan sirkulasi air yang terjadi dalam tubuh porifera, terdapat 3 type yaitu :

a.  Type ascon : jika air masuk melalui pori-pori diteruskan  menuju bagian tengah tubuh dan keluar melalui oskulum

b.  Type sycon : jika air masuk melalui pori-pori diteruskan ke saluran radial yang berdinding selsel leher terus masuk ke saluran bagian tengah tubuh dan keluar melalui oskulum

c. Type leucon/ ragon : jika air masuk melalui  pori-pori kemudian ke saluran radial yang bercabang-cabang kemudian masuk ke saluran bagian tengah tubuh dan keluar melalui oskulum.

Atas susunan rangkanya porifera terbagi menjadi 3 kelas :

a. Calcarea : mempunyai spikula dari zat kapur

contoh : – Leucosolenia

Grantia

Spykula

b. Hexactinellida : mempunyai spikula dari silikat

contoh : Euplectella

c. Demospongiae : mempunyai spikula dari  silikat  bersama-sama spngin atau hanya spongin saja

contoh : – Euspongia

Spongilla

Peranan porifera dalam kehidupan :

Porifera selain berperan dalam ekosistem air juga dapat dipakai sebagai bahan pmbersih atau penggosok.

3. Phyllum Coelenterata

Coelenterata merupakan hewan yang mempunyai rongga besar di tengah tubuhnya yang berfungsi seperti usus, rongga tersebut disebut dengan rongga gastrovascular. Rongga ini hanya mempunyai satu lobang yang berfungsi sebagai mulut juga sebagai lobang pengeluaran sisa pencernakan.

Coleenterata hidup di laut dan beberapa di air tawar.

Reeproduksi dilakukan secara seksual yaitu dengan pertemuannya sel kelamin jantan dan kelamin betina dan secara aseksual dengan pembentukan kuncup.

Dalam hidupnya coelenterata mempunyai pergiliran keturunan dan terdapat 2 type bentuk tubuh, yaitu :

– Polip      :   hidup tidak dapat bergerak bebas/ menempel,             bentuk seperti tabung

– Medusa  :   hidup dapat berenang bebas, bentuk seperti payung atau lonceng

Coelenterata mempunyai sel-sel  penyengat (nematokist) yang berfungsi untuk mempertahankan diri dan untuk  melumpuhkan mangsa.

Tubuh tesusun atas 3 lapisan :

–  Ektoderm  :     merupakan lapisan luar dan terdapat nematokist

–  Mesoglea   :    merupakan lapisan tengah

–  Endoderm  :    merupakan lapisan dalam dan terdapat rongga gastrovascular

Coelenterata terbagi menjadi 3 kelas, yaitu :

a. Hydrozoa

contoh :   – Hydra , hidup di air tawar dan hanya  dalam

bentuk polip.

– Obelia

– Physalia

– Gonionemus

b. Scyphozoa

contoh : Aurelia aurita (ubur-ubur), hidup  di laut  mempunyai bentuk dominan medusa.

Gb. Daur hidup Scypozoa

c. Anthozoa

contoh : anemon laut dan hewan-hewan karang, di dapatkan hanya hanya dalam bentuk polip.

Peranan Coelenterata dalam kehidupan :

–    memberi warna taman laut tampak indah

–    sebagai barier/ penghalang pantai terhadap ombak

–    sebagai bahan makanan

–    sebagai bahan obat-obatan

–    sebagai bahan kosmetik

4. Pyllum Platyhemnthes (cacing pipih)

Merupakan binatang triploblastik aselomata, tubuh pipih seperti pita, hidup di air tawar, laut, tanah yang lembab atau sebagai parasit pada hewan/ tumbuhan. Cacing yang hidup parasit mempunyai lapisan kuticula, alat penghisap atau alat kait yang digunakan untuk menempel pada dinding sel inangnya.

Saluran pencernakan belum sempurna, hanya mempunyai mulut tanpa anus, ususnya bercabang-cabang.

Bersifat hermaprodit.

Platyhelminthes dibedakan menjadi 3 kelas :

a. Turbellaria (cacing bulu getar)

contoh : – Planaria, hidup di air  tawar  dan  mempunyai  daya  regenerasi yang tinggi.

b. Trematoda (cacing hisap)

contoh : –  Fasciola hepatica (cacing hati)

Chlonorchis sinensis, hidup pada daging ikan air tawar (inang sementara)

–  Schistosoma japonicom

–  Schistosoma mansoni, hidup dalam darah

–  Schistosoma haematobium

–  Fasciolopsis buski, hidup dalam usus

Paragonimus westermani, hidup dalam paru-paru

Daur hidup Fasciola hepatica

Cacing dewasa yang hidup di ternak bersifat hermaprodit, berkembangbiak secara seksual dengan pembuahan silang atau pembuahan sendiri. Embrio berkembang dalam uterus, satu cacing dewasa dapat menghasilkan sekitar 500.000 larva, embrio keluar bersama feses dan pada tempat yang basah akan tumbuh menjadi larva bersilia (mirasidium). Mirasidium masuk ke tubuh siput Lymnea dan terbentuklah sporokis. Sporokis secara partenogenesis menghasilkan redia. Redia secara partenogenesis menjadi serkaria. Serkaria meninggalkan tubuh siput menjadi metaserkaria. Metaserkaria menempel pada tanaman/ rumput yang selanjutnya termakan oleh ternak, ……………..dan seterusnya.

c.   Cestoda (cacing pita)

Tubuh tertutup kutikula, terdiri atas segmen-segmen (proglotid) dan sudah dibedakan antara kepala (skolek) dantubuh (strobilus). Skolek dilengkapi dengan alat penghisap/alat kait. Setiap segmen mengandung alat perkembangbiakan.

Cacing ini bersifat hermaprodit dan sebuah proglotid merupakan satu individu.

Cestoda hidupnya parasit pada alat pencernakan hewan.

contoh :

Taenea solium, cacing pita pada babi

–         Taenea saginata, cacing pita pada sapi

–         Diphyllobothrium latum

–         Echinococcus granulosus, cacing pita pada anjing

–         Hymenolephis, cacing pita kerdil

5. Phyllum Nemathelminthes (cacing gilig, benang,

tambang)

Merupakan hewan triploblastik pseudoselomata, tubuh tidak bersegmen dan tertutup kuticula. Saluran pencernakan mulai dari mulut sampai anus. Di temukan hidup di air, tanah, parasit pada akar, alat pencernaan hewan atau jaringan lain. Cacing betina lebih besar daripada cacing jantan.

Reproduksi denga seksual.

Contoh :

Ascaris lumbricoides, cacing perut manusia yang masuk melalui makanan.

Ascaris megalochephala, cacing perut pada kuda.

Ascaris suilae, cacing perut pada babi

Ancylostoma duodenale, cacing tambang pada manusia yang masuk ketubuh manusia melalui kulit telapak kaki

Necator americanus, cacing tambang di america

Oxyuris vermicularis/ Enterobius vermicularis, cacing kremi pada manusia yang masuk melalui makanan

Wuchereria branchrofti/ Filaria branchrofti, cacing penyebab penyakit kaki gajah (elefantiasis) yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Culex vatican.

Trichinella spirallis, cacing cambuk

Loa, cacing mata

Onchorcerca, cacing pembuta

Heterodera radicicota, cacing akar

Annelida (cacing gelang/ cincin)

Merupakan binatang triploblastik selomata, tubuhnya bersegmen. Setiap segmen dibatasi oleh sekat (septum). Sudah memiliki sistem syaraf, pencernaan, ekskresi, reproduksi dan sistem pembuluh. Hidup di air tawar, laut darat atau parasit.

Annelida dibedakan menjadi 3 kelas, yaitu :

a.   Oligochaeta (cacing berambut sedikit)

contoh  :

Lumbricus terestris (cacing tanah)

Moniligaster houteni (cacing tanah di Sumatra)

Pheretima sp (cacing tanah)

Pherichaeta musica (cacing hutan)

– Tubifex sp (cacing air)

b.  Polychaeta (cacing berambut banyak)

contoh  :

– Neanthes virens

Arenicola marina

– Eunice viridis (cacing wawo)

Lysidicol oele (cacing palolo)

c.   Hirudinea (golongan lintah)

contoh  :

Hirudo medicinalis, lintah yang merupakan penghasil anti pembekuan darah (zat hirudin)

Hirudinaria javanica, lintah kuning

Haemadipsa zeylanice, pacet

Peranan Annelida dalam kehidupan  :

– Menyuburkan tanah, karena membantu menghancurkan tanah dan membantu aerasi tanah misal cacing palolo.

– Sebagai makanan, misal cacing palolo dan cacing wawo

– Menghasilkan zat hirudin atau  zat antikoagulan atau zat anti pembekuan darah, misal lintah

7.  Arthropoda (hewan beruas-ruas)

Merupakan binatang triploblastik selomata, tubuh beruas-ruas dan tiap ruas mempunyai kaki yang bersendi, rangka dari kitin atau zat tanduk, merupakan yang paling besar jumlahnya. Hidup di air tawar, laut, parasit pada hewan, tumbuhan dan manusia.

Tubuh terbagi menjadi 3, yaitu :

–  caput                    : kepala

–  torax                     :  dada

–  abdomen              :  perut

Sistem organ lengkap, meliputi  :  sistem peredaran darah, pencernaan, syaraf, pengeluran, pernafasan, indera dan perkembangbiakan.

Sistem peredaran darah terbuka dan tidak mengandung hemoglobin sehingga darah tidak berwarna merah, darah berfungsi mengangkut sari makanan dan zat sampah. Alat pernafasan yang hidup di air dengan insang dan yang hidup di darat dengan menggunakan paru-paru buku atau trakhea. Sistem syaraf dengan mengunakan sistem syaraf tangga tali. Perkembangbiakan generatif dan dalam perkembangannya ada yang mengalami metamorfosis yaitu perubahan bentuk tutbuh dari sederhana menjadi sempurna. Alat indera berupa antena sebagai alat peraba dan mata sebagai alat pengelihat. Alat gerak berupa kaki dan sayap.

Arthropoda terdiri dari 5 kelas, yaitu  :

–  Crustacea

–  Insecta

–  Chilopoda

–  Diplopoda

–  Arachnida

a.  Crustacea

Hidup di air, bernafas dengan insang, kepala dan dada tidak dapat dipisahkan sehingga disebut cephalothorax (kepala dada), rangka luar dari kitin, antena 2 pasang, kaki 1 pasang pada setiap ruas tubuh dan pada udang atau kepiting terdapat 5 pasang kaki jalan.

Pada umumnya telur menetas menjadi larva dan setelah mengalami pengelupasan kulit maka larva tubuh menjadi hewan dewasa.

Contoh  :

Cambarus sp (udang air tawar)

Panulirus sp (udang laut)

Pagurus sp (rajungan)

Cancer sp (kepiting)

Peranan Crustacea dalam kehidupan manusia  :

– sebagai bahan makan untuk manusia

– sebagai zooplankton untuk makanan ikan di laut dan merupakan komponen penting dalam ekosistem

– beberapa Crustacea bersifat merusak atau parasit, yaitu membuat lobang pada katu bagian luar kapal

b.  Insecta (serangga)

Hidup di darat dan beberapa di air trawar. Tubuh dibedakan menjadi caput (kepala), thorax (dada) dan abdomen (perut).

Kepala didapatkan mata, antena dan alat mulut yang bertype :        –  menggigit

–  menusuk dan menggigit

–  menghisap

–  menjilat

Dada terdiri dari 3 segmen yang masing-masing mempunyai sepasang kakidan biasanya mempunyai 2 pasang sayap.

Perut terdiri dari sebelas segmen atau kurang, pada tiap segmen terdapat lobang nafas dan segmen terakhir berfungsi untuk reproduksi.

Dalam hidupnya insecta mengalami metamorfosis atau perubahan bentuk tubuh.

Metamorfosa dibedakan menjadi 2 yaitu  :

– Metamorfosa sempurna (holometabola)

tahapnya :

Telur à larva à pupa (kepompong) à imago (dewasa)

Contoh :

–  kupu-kupu

–  nyamuk

–  lebah

– Metamorfosa tidak sempurna (hemimetabola)

tahapnya :

Telur  à  nimpha  à  imago (dewasa)

Contoh :

–  belalang

–  periplaneta

–  jangkrik

Nimpha adalah serangga muda yang bentuknya seperti serangga dewasa tetapi sebagian organ tubuhnya belum tumbuh atau sempurna.

Berdasarkan alat mulut dan bentuk sayap, insecta dibedakan menjadi 9 ordo, yaitu :

– Orthoptera

– Isoptera

– Hemiptera

– Homoptera

– Odonata

– Coleoptera

– Lepidoptera

– Diptera

– Hymenoptera

Ordo Orthotera (serangga bersayap lurus)

Merupakan serangga peloncat, alat mulut berfungsi untuk menggigit, sayap depan disebut tegmina (bentuknya lurus menyempit dan kuat), sedang sayap belakang tipis seperti membran, mengalami metamorfosa tidak sempurna.

Contoh :

Disostura sp (belalang padang)

Gryllus sp (jangkrik)

Hierodula (belalang sembah)

Phasma (belalang jambu)

Kecoak

Ordo Isoptera (Archiptera)

Memiliki rahang besar dan menonjol, sayap 4 buah dan menyempit, bila sudah tua sayap akan lenyap, mengalami metamorfosa tidak sempurna.

Hidup menunjukan sifat polimorfisme, yaitu dalamsatu species terdapat bermacam-macam bentuk tubuh yang fungsi atau tugasnya berbeda.

Contoh :

Rayap, yang terdiri dari :        –  rayap raja

–  rayap ratu

–  rayap prajurit

–  rayap pekerja

Rayap raja dan ratu berfungsi seksual

Ordo Hemiptera (serangga bersayap tidak sama)

Merupakan serangga hama, alat mulut berfungsi untuk menusuk dan menghisap, bersayap atau tidak bersayap, mengalami metamorfosa tidak sempurna.

Contoh :

Nilaparvata lugens (wereng)

Leptocorsita acuta (walang sangit)

Berbagai hama padi

Kutu busuk

Ordo Homoptera (serangga bersayap sama)

Alat mulut untuk menghisap, sayap 4 buah atau tidak bersayap, mengalami metamorfosa tidak sempurna.

Contoh :

Pediculus humanitis capitis (kutu manusia)

Coccidae (kutu perisai)

Phthirus pubis (kutu alat kelamin)

Tonggeret padi

Kutu anjing

Ordo Odonata

Bersifat predator, memiliki 2 pasang dan kepala dapat digerakan dengan bebas, mengalami metamorfosa sempurna, nimphanya bersifat aquatik.

Contoh :

Capung

Ordo Coleoptera

Tubuh keras, mempunyai 2 pasang sayap. Sayap depan keras dan tebal dengan permukaan halus yang mengandung zat tanduk disebut elitra. Sayap belakang dapat dilipat waktu istirahat, mengalami metamorfosa sempurna.

Contoh :

Sitophylus oryzae (kutu beras

Coccinella sp (kepik emas

Kumbang kayu

Kumbang kulit

Kumbang kapas

Ordo Lepidoptera (golongan kupu-kupu)

Memiliki 2 pasang sayap, bersisik dan warna bermacam-macam, alat mulut untuk menghisap (dewasa) tetapi waktu masih larva mulut untuk mengunyah atau menggigit, mengalami metamorfosa sempurna.

Contoh :

Kupu-kupu

Ordo Diptera (serangga bersayap dua)

Memiliki 1 pasang sayap karena sayap belakang mengalami penyusutan maka terbentuklah bulatan-bulatan kecil yang disebut halter. Mengalami metamorfosa sempurna.

Contoh :

Anopheles sp (nyamuk malaria)

Culex sp (nyamuk biasa)

Musca domestica (lalat rumah)

Ordo Hymenoptera (serangga bersayap empat)

Memiliki 2 pasang sayap. Pada serangga betina dilengkapi dengan alat bertelur (ovipositor) dan  alat penyengat. Alat mulut berfungsi untuk menjilat dan mengunyah, mengalami metamorfosa sempurna.

Contoh :

Apis mellifera/ Apis indica (lebah madu)

Vespula maculata (tawon endas)

Semut hitam

Lebah dengung

Peranan insecta dalam kehidupan  :

Menguntungkan :

–    sebagai serangga penyerbuk

–    sebagai predator, misal capung, kepik

–    sebagi penghasil bahan makanan dan industri

–    sebagai salah satu komponen dalam ekosistem

Merugikan  :

–    penyebab penyakit pada hewan dan manusia

–    hama pada tanaman pertanian

–    sebagi vektor atau pembawa berbagai penyakit, misal lalat dan nyamuk

c.   Chilopoda

Dikelompokkan dalam Myriapoda. Tubuh gepeng beruas-ruas, setiap setiap ruas terdiri atas sepasang kaki, dan dibedakan antara kepala dan badan.

Kepala terdapat sepasang antena, mulut dan mata. Bernafas dengan trakhea, bersifat karnivora. Alat mulut ujungnya seperti cakar yang berperan sebagai taring berbisa.

Contoh :

Scolapendra heros (kelabang atau lipan)

d.  Diplopoda

Dikelompokkan dalam Myriapoda. Tubuh bulat panjang, bersegmen, pada tiap ruas terdapat dua pasang kaki, dan dibedakan antara kepala dan badan.

Kepala terdapat sepasang antena pendek, mempunyai taring tidak berbisa. Bernafas dengan trakhea. Hidup di tempat yang lembab (darat).

Contoh :

Julus virgatus (keluwing atau hewan kaki seribu)

e.  Arachnida

Tubuh terdiri dari kepala-dada (cephalothorax) dan perut (abdomen).

Kepala memiliki dua alat mulut, yaitu :

Kelisera      :    bentuk seperti catut/ gunting yang digunakan untuk melindungi mangsanya

Pedipalpus :    bentuk seperti kaki yang digunakan untuk memegang mangsanya

Terdapat 4 pasang kaki, bernafas dengan paru-paru, trakhea atau keduanya, peredaran darah terbuka.

Arachida dibedakan menjadi 3, yaitu  :

–    Scorpionidae

Memiliki alat penyengat dibagian poterior kelisera, pedipalpus besar.

Contoh :

Heterometrus cyaneus (kalajengking)

Chelifer cancroides (kalabuku)

–    Arachnida (Aracneida)

Alat mulut di depan anus, dapat membuat jaring-jaring.

Contoh :

Mygale javanicus (laba-laba burung)

Nephila maculata (laba-laba raksasa)

Heteropoda (laba-laba pemburu)

–    Acarina

Merupakan arthropoda  parasit

Contoh :

Sarcoptes scabei (kutu kudis)

Rhipicephaluas sanguineus (caplak anjing)

Ctenocephalides cannis (pinjal anjing)

Ctenocephalides felis (pijal kucing)

Tungau

8.  Mollusca (hewan bertubuh lunak)

Tubuh lunak terbungkus oleh cangkang yang mengandung zat kapur atau tidak bercangkang. Bersifat triploblastik dan mempunyai matel yang berfungsi menutupi organ-organ viseral dan membuat rongga mantel.

Alat gerak berupa kaki yang berfungsi untuk merayap dan menangkap mangsanya. Sudah memiliki sistem pencernaan, syaraf, ekskresi, otot dan reproduksi.

Mollusca dibedakan menjadi 5 kelas, yaitu :

–  Amphineura, paling primitif

–  Gastropoda, kaki di perut

–  Scaphopoda, kaki lancip

–  Pelecypoda (Lamellibranchiata, Bivalvia), kaki

lancip insang berlapis-lapis

–  Cephalopoda, kakai di depan

a.  Aphineura

Hidup di laut, kaki perutnya melekat pada batu-batuan,  pada rongga mantel terdapat insang. Permukaan dorsal ditutupi oleh spikula yan gberlendir dengan delapan keping yang mengandung zat kapur.

Contoh :

Chiton, dalam daur hidupnya mengalami fase trokopor (larva bersilia dan dapat bergerak bebas)

b.  Gastropoda

Hidup di aair tawar, laut dan darat. Umumnya mempunyai cangkok (rumah) berbentuk kerucut terpilin (spiral) sehingga bentuk tubuh menyesuaikan dengan bentuk cangkok, tetapi ada siput yang tidak mempunyai cangkang yang disebut siput telanjang.

Gerakan Gastropoda umumnya lambat karena kontraksi otot menyerupai gelombang yang dimulai dari belakang menjalar ke depan sehingga kaki dapat menjulur ke muka dan kaki bagian belakang terseret ke depan. Untuk memudahkan geseran kakinya dikeluarkan lendir.

Bersifat hermaprodit tetapi tidak pernah terjadi pembuahan sendiri dan pembuahan terjadi setelah adanya perkawinan. Ovovipar atau telur menetas di dalam tubuh/ uterus. Bernafas dengan paru-paru yang ada di darat dan dengan insang yang ada di air.

Peranan Gastropoda dalam kehidupan  :

Menguntungkan  :

– sebagai makanan yang mempunyai nilai ekonomi

– sebagi komponen penting dalam ekosistem, misal sebagai inang perantara dari kehidupan Fasciola hepatica

– sebagai bahan kolektor yang indah, misal cangkang

Merugikan  :

– beberapa Gastropoda merusak pada tanaman pertanian, misal bekicot (Achatina fulica), keong, siput

c.   Scaphopoda

Memiliki cangkok seperti gading gajah atau terompet. Hidup di laut (pantai berlumpur). Tubuh memanjang, kaki lancip yang berfungsi untuk menggali pasir atau lumpur.

Contoh  :

Siput gading gajah

d.  Pelecypoda

Mempunyai kaki pipih seperti kapak untuk membuat lobang, cangkok terdiri dari 2 bagian yang dihubungkan semacam engnsel (bivalvia), insang berupa lembaran yang berlapis-lapis (Lamellibranchiata).

Cangkok tersusun atas 3 lapisan, yaitu  :

–  Periostrakum :   merupakan lapisan luar yang tipis gelap dan tersusun dari zat tanduk

–  Prismatik       :   lapisan tengah yang tersusun atas kristal-kristal zat kapur yang berbentuk prisma

–  Nakreas         :   lapisan dalam yang tersusun atas kristal kalsium karbonat yang lebih halus. Lapisan ini disebut lapisan mutiara

Proses terjadinya mutiara  :

Diantara cangkok dan mantel kemasukkan benda asing misalnya pasir yang merupakan inti untuk butir-butir mutiara, kemudian inti butir mutiara ini dapat dimasukan diantara mantel dan lapisan nakreas sehingga terbentuklah mutiara.

Mutiara dapat terbentuk secara alami atau sengaja diproduksi secara besar-besaran dengan cara menyuntikan inti butir mutiara (karbon) pada beberapa kerang mutiara, misal Pinctada margaritifera dan Pinctada mertensi.

Contoh lain :

Tiram (Mytelus sp, Ostrea sp)

Ketam (Anodonta sp)

Remis (Buccinus sp, Asaphis detlorata)

Terredo navalis,  merupakan kerang pengebor kayu

galangan kapal

e.  Cephalopoda

Kaki di kepala, kepala dapat terlihat jelas dan mata besar, kaki sekeliling otot dimidifikasi menjadi tangan, tentakel sekeliling mulut dan corong yang merupakan saluran keluar dari rongga mantel.

Kebanyakan Cephalopoda mempunyai kantong atau kelenjar tinta. Umumnya tidak bercangkok kecuali pada Nautilus.

Contoh :

Nautilus

Loligo indica (cumi-cumi)

Octopus sp (gurita)

Ikan sotong

9.  Echinodermata (hewan berkulit duri)

Merupakan binatang  triploblastik selopmata, tubuh simetris radial yang terbagi menjadi 5 bagian, umumnya mempunyai duri, saluran pencernaan sempurna meski anus pada sebagian Echinodermata tidak berfungsi, hidup di laut, gerakan lambat dengan kaki pembuluh (ambulakral) yang terjadi dengan mengubah tekanan air yang diatur oleh sistem pembuluh air yang berkembang dari selom.

Jenis kelamin terpisah, larva mempunyai bentuk simetris bilateral yang dapat berenang secara bebas disebut bipinnaria.

Struktur larva Echonodermata mempunyai persamaan dengan struktur Chordata rendah dan dalam perkembangan embrio tahap awal, kedua phyllum di atas mempunyai persamaan. Jadi jika dilihat secara embriologis Echonodermata lebih dekat dengan Chordata daripada ke Annelida, Mollusca atau Arthropoda.

Echinodermata dapat dibedakan menjadi 5 kelas, yaitu  :

–  Asteroidea

–  Echinoidea

–  Ophiouroidea

–  Crinoidea

–  Holothuroidea

a. Asteroidea

Bentuk seperti bintang laut atau segi lima, permukaan bawah (oral) terdapat mulut,permukaan atas (adoral) terdapat anus.

Kaki pembuluh terdapat pada permukaan oral, pada permukaan adoral selain terdapat anus juga terdapat madreporit yaitu lobang yang mempunyai saringan yang menghubungkan air laut dengan sistem pembuluh air dan lobang kelamin.

Contoh :

Macam-macam bintang laut

b.  Echinoidea

Bentuk hampir bulat atau gepeng, tidak mempunyai tangan, rangka tersusun dari keping-keping zat kapur dan umumnya berduri.

Contoh :

Landak laut

c.   Opiuroidea

Tubuh mempunyai 5 tangan yang dapat digerakan. Mulut dan madreporit terdapat di daerah oral, tidak mempunyai anus.

Contoh :

Bintang laiut atau bintang ular laut

d.  Crinoidea

Tubuh mempunyai 5 tangan yang bercabang , mulut dan anus di daerah oral, tidak mempunyai madreporit.

Contoh :

Lilia laut

e. Holothuroidea

Tubuh memanjang, sekitar mulut terdapat tentakel yang bercabang, bregerak dengan tiga garis kaki pembuluh.

Contoh :

Teripang atau mentimun laut

Peranan Echinodermata dalam kehidupan  :

Menguntungkan  :

–    sebagai makanan, misal teripang dan telur bulu babi

–    sebagai pembersih karena memakan bangkai ataui sisa-sisa hewan yang terdapat di pantai

Merugikan  :

–    Bintang laut dapat merusak binatang karang (memakan)

–    Bintang laut juga dapat memakan janis-jenis tiram di antaranya kerang mutiara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: